Manipulasi Teknologi Video Kamera di Era Digital

Penulis Muhammad Fadhil Ghaffaar - 06/10/2021

Hasil manipulasi foto dengan proses "DeepFake"

Punyafadhil - Pada zaman ini proses manipulasi foto atau video semakin mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Contohnya pada gambar diatas, proses pemanipulasian bisa dilakukan dengan kurang lebih 3 menit saja dengan sebuah program bernama "Inteligensia Artifisial". Dengan program tersebut, foto manapun akan terlihat seperti sebuah video bergerak yang direkam dengan kamera pada umumnya. Lalu apa itu deepfake? Apa tanggapan dari ahli teknologi? Dan bagaimana cara kerjanya? Mari kita bahas!

Mengutip dari laman Wikipedia, deepfake adalah teknik untuk merekayasa sintesis citra manusia menggunakan kecerdasan buatan. Teknik tersebut digunakan untuk menempatkan dan menggabungkan gambar atau video menggunakan teknik machine learning dan artificial intelligence. Adapun metode utama dari teknik machine learning ini adalah membuat deepfake tersebut dengan deep learning dan melibatkan neural network architectures seperti autoencoders atau generative adversarial networks(GANs).

Apa tanggapan dari ahli teknologi?

Dilansir dari CNBC, (06/10), Menurut profesor di UCLA John Villasenor yang fokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence), deepfake dapat dibuat oleh siapa saja dengan komputer, dan akses internet. Mereka adalah alat baru yang memungkinkan penggunaan informasi palsu untuk mempengaruhi pemilihan. Statement itu dikatakan menanggapi sebuah video tentang pidato Barack Obama yang menghina Donald Trump tersebar luas pada tahun 2018, padahal pidato tersebut tidak pernah ada.



Lalu bagaimana cara kerjanya?

Pada awal kemunculan teknologi ini, diperlukan para ahli dan waktu yang lama untuk menghasilkan teknologi tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, pengembangan-pengembangan yang dilakukan membuahkan hasil yang cukup signifikan, dimana orang-orang awam yang tidak ahli di bidang tersebut dapat menggunakan teknologi itu dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang tersebar di internet.

Untuk membuat deepfake, maka kita harus lebih dulu menyediakan video target yang akan digunakan sebagai bahan dasar video. Kemudian, kita juga membutuhkan foto atau dari video orang lain yang ingin kita masukkan kedalam video awal tadi.

Selanjutnya, dengan teknologi autoencoder, program AI deep learning akan bertugas untuk mempelajari video tersebut dari berbagai sudut, dan memahami bentuk serta gerak-gerik wajah target.

Setelah itu, dengan menambahkan teknologi machine learning yang lain kedalam video tersebut seperti yang telah disebutkan diatas, Generative Adversarial Networks (GANs). Teknologi tersebut ditugaskan untuk memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan pada video deepfake tersebut.

Setelah beberapa kali dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dengan GANs, maka video deepfake telah siap disebar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Jahat (Malicious Software): Pengertian, Sebab-Akibat, dan Antisipasinya

Selamat Datang!

Apa itu Hukum Pembuktian Kejahatan TI? Berikut Penjelasannya